Makin Canggih, Teknologi Drone Terbaru Dapat Hinggap Di Dinding dan Langit-langit

725

Satu tahun terakhir, Drone sudah menjadi sebuah gadget yang sangat dikenal luas di masyarakat. Teknologi yang relatif baru dan sudah semakin canggih tersebut pun menghadirkan berbagai fitur-fitur anyar, yang tentunya demi menarik perhatian para penggemar teknologi. Salah satunya, terobosan fitur baru untuk Drone yang tengah diuji coba oleh tim pengembang dari Universitas Stanford.

drone

Drone, seyogyanya merupakan pesawat mini dengan kemampuan yang menyerupai helicopter. Namun tentu, tak dapat dinaiki. Gadget satu ini dikemudikan melalui remote control, yang saat ini beberapa jenis drone bahkan sudah bisa dikontrol dengan aplikasi pada smartphone. Selain itu, saat ini sudah banyak drone yang dilengkapi dengan kamera – bahkan beberapa dengan resolusi mencapai 4K – yang membawa era baru untuk dunia fotografi dan video.

Namun, drone yang dihadirkan oleh tim pengembang dari Universitas Stanford, yang terdiri dari Hao Jiang, Morgan T. Pope, William R.T Roderick, dan Mark R. Cutkosky membawa terobosan baru. Menyadari bahwa drone kerap kali kehabisan baterai karena proses landing yang harus di dataran, Hao Jiang, Morgan T. Pope, William R.T Roderick, dan Mark R. Cutkosky pun mencoba membangun Drone ala cicak atau tokek.

Tim dari Universitas Stanford tersebut membekali drone buatannya dengan ‘microspine’, teknologi hardware yang berbentuk mirip kaki cicak atau tokek. Dengan ‘microspine’ inilah, drone tak hanya dapat mendarat di permukaan datar, namun juga pada dinding atau bahkan langit-langit.Ya, persis seperti cicak!

Seperti yang ditunjukan pada video, drone dengan ‘microspine’ mendarat di dinding dengan cara menabrakkan ekor pada dinding setelah terbang mendekat. Bagian ekor dilengkapi dengan pegas, yang akan memberikan bantuan dorongan pada drone untuk mendarat pada posisi vertikal. Setelah itu, baru drone akan merekatkan kaki ‘microspine’ pada permukaan dinding atau langit-langit.