Microsoft Punya Data Center yang Ditempatkan di Bawah Laut

519

BISBUL – Perusahaan teknologi besar seperti Google, Microsoft, Apple, Facebook dan banyak lagi yang lain memang kerap membangun data center di berbagai belahan dunia. Salah satu perusahaan yang telah membangun data center di tempat yang unik adalah Microsoft. Raksasa teknologi asal Amerika tersebut diklaim telah membangun data center di bawah laut, tepatnya di bawah laut samudra pasifik.

Menurut laporan yang dilansir dari Liputan6.com yang mengutip dari Engadget, data center di bawah laut tersebut dinamakan Project Natick. Menurut kabar, data center tersebut sudah dibangun di bawah laut dan tersimpan disana selama 4 bulan.

Meskipun demikian, data center Project Natick tersebut bukanlah data center terbaik yang dimiliki oleh Microsoft. Project Natick hanya mempunyai kekuatan setara dengan 300 PC desktop yang digunakan untuk layanan Cloudcomputing, komputasi awan.

Alasan Microsfot untuk membangun data centernya di bawah laut bukan karena pamer semata, melainkan ingin memanfaatkan tenaga air yang ada di dalam laut. Satya Nadella, gawang dari Peusahaan Microsoft tersebut menjelaskan bahwa jika di darat, data center akan memanfaatkan tenaga surya atau tenaga angin. Sedangkan untuk dilaut tenaga air akan dimanfaatkan untuk data center tersebut.

Nadella kemudian melanjutkan bahwa untuk masalah pendinginan, biaya juga menjadi lebih ekonomis karena data center tersebut terletak di bawah laut. Soal kecepatan koneksi dan latensi, Microsoft mengungkapkan bahwa data center ini lebih mudah diketemukan ketimbang di darat karena hanya terbentang 120 mil dari laut. Namun, konsel Project Natick ini masih harus dikembangkan lagi.

Miscrosoft kabarnya tengah berencana untuk membangun data center yang lebih baik dengna ukuran yang lebih besar 4 kali dan kecepatannya lebih cepat 20 kali daripada Project Natick.