Wanita Ini Tuntut Twitter Karena Telah Biarkan ISIS Berkicau

447

BISBUL – Twitter, media sosial yang termasuk dalam media sosial paling populer di dunia tersebut kini mendapatkan tuntutan dari salah seorang korban penyerangan ISIS di negara Yordania. Pasalnya, janda tersebut telah kehilangan suaminya pada serangan ISIS di Amman pada bulan November tahun lalu.

Janda tersebut adalah Tamara Fields, yang menggugat ISIS karena telah membiarkan terorisme berkicau di dunia internet. Menurut kabar yang dikutip dari Liputan 6 yang melansir kabar dari Reuters, Twitter diklaim memberikan kebebasan bersuara di dunia internet sehingga akhirnya membiarkan propaganda tersebar, pengumpulan dana hingga penjaringan anggota-anggota baru ISIS.

Di halaman Reuters, Minggu 17 Januari 2016, Field mengutarakan gugatannya dengan lugas bahwa tanpa Twitter pertumbuhan ISIS sebagai sarang teroris dan kelompok radikal paling ditakuti di dunia tersebut tak akan terjadi.

Tak hanya menggugat saja, Field juga menuntut uang ganti rugi sebesar 3 kali lipat kepada Twitter karena diklaim telah melanggar undang-undang Federal Anti Terorisme. Menurut Field, media sosial tersebut dianggap mendukung secara materiil terhadap tindak aksi terorisme di dunia ini.

Twitter sendiri menanggapi gugatan tersebut dengan mengatakan pernyataan resminya bahwa Twitter tak menyediakan tempat untuk tindak promosi terorime, sama seperti di media sosial yang lain. Aturan di Twitter telah berlaku dan telah terpampang dengan jelas. Di sisi lain, Twitter juga mengucapkan belasungkawa atas kematian suami dari Tamara Field yang menjadi korban penyerangan ISIS di Amman.

Sebagai informasi tambahan, ISIS memang cukup aktif di dunia maya seperti di media sosial dan web. Hanya saja setelah kejadian penyerangan di Paris, kelompok hacker populer di dunia, Anonymous telah meretas banyak web, media sosial dan termasuk akun Twitter para pendukung ISIS dan kemudian ditutup.