Fitur di Facebook “Pencari Teman” Kini Illegal di Jerman

478

BISBUL – Fitur “find friends” di salah satu media sosial terbesar di dunia, Facebook, kini telah dideklarasikan sebagai fitur yang ilegal oleh pengadilan tertinggi di Jerman. Fitur tersebut adalah fitur yang dapat mengumpulkan informasi dari kontak email Anda, yang kemudian mengundang kontak-kontak tersebut yang masih belum terdaftar di Facebook. Kabar tersebut dilansir dari Reuters Kamis kemarin yang dikutip oleh penulis dari Mashable.com.

Dalam kasus yang diajukan di tahun 2010 tersebut oleh Federasi Konsumen Negara Jerman (VZBV), Pengadilan Kehakiman memutuskan bahwa fitur pencari teman di Facebook tersebut pada dasarnya adalah iklan pelecehan.

Selain itu, dari Facebook sendiri juga tidak memberitahu para pengguna tentang bagaimana mengolah data kontak mereka.

Karena kasus ini sudah berjalan hingga 6 tahun lamanya, nampaknya Facebook kini agak mengubah fitur tersebut. Sekarang ini, Facebook menawarkan cara untuk mengimpor kontak e-mail dalam fitur yang disebut “Find Friends,” dengan penjelasan sebagai berikut: “Cari kontak Teman dan upload dari perangkat Anda dan menyimpannya di server Facebook di mana mereka dapat digunakan untuk membantu orang lain mencari orang atau untuk melihat saran teman untuk Anda dan orang lain. Kontak-kontak profesional memang dapat diimpor, akan tetapi Anda sebaiknya mengirimkan permintaan teman untuk kontak pribadi Anda. Silakan kirim permintaan teman hanya kepada teman-teman yang akan senang untuk mendapatkan mereka”.

Hal ini memang tidak sepenuhnya jelas, apa artinya, meskipun mungkin untuk saat ini perusahaan telah menghapus fitur tersebut di negara itu. “Apa yang penghakiman maksudkan adalah fitur “Friend Finder” yang masih hingga sekarang ini, dan kini yang harus dicari tahu,” kata Klaus Mueller, kepala VZBV.

Seorang juru bicara Facebook mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan kini sedang menunggu keputusan pengadilan resmi sebelum dapat “menilai dampak pada layanan kami.”

Perusahaan selain Facebook menggunakan fitur serupa untuk menarik pengguna baru, dan keputusan dari penghakiman kemungkinan akan berdampak pada perusahaan lain tersebut. “Selain Facebook, layanan lain menggunakan bentuk iklan untuk menarik para pengguna baru. Mereka sekarang mungkin harus berpikir 2 kali,” kata Mueller.