Donald Trump Paksa Apple Hanya Produksi di AS

528

BISBUL – Tak henti-hentinya Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang berbuah menjadi kontroversi. Terakhir ia memaksa Apple untuk membuat semua produknya di Amerika Serikat. Pada pidato yang disampaikan oleh Trump di Liberty University, Virginia, ia menyatakan bahwa ia akan meminta Apple untuk memproduksi komputernya dan hal-hal lainnya hanya di Amerika Serikat saja, bukan di negara lain.

Padahal perusahaan tersebut memang telah menjalankan sebagian besar proses produksinya di Negeri Paman Sam tersebut. Seperti misalnya Mac Pro yang memiliki pabrik di Austin, Texas. Bahkan Apple yang saat ini dipimpim Tim Cook tersebut mengklaim bahwa 31 dari 50 negara bagian di AS menyediakan material, komponen, serta peralatan yang digunakan untuk memproduksi produk-produk Apple.

Rencana yang dicanangkan oleh Trump tersebut adalah bagian dari misinya untuk membawa kembali uang dan juga berbagai pekerjaan ke negaranya. Trump sebelumnya juga telah mengusulkan tarif 45% untuk ekspor Tiongkok. Namun, masalahnya adalah kebanyakan perusahaan teknologi dan lainnya memiliki Setup Shop di Tiongkok untuk membuat sebuah produk yang murah bagi konsumen Amerika Serikat.

Bagi Trump, mereka harus menciptakan sebuah lapangan pekerjaan dan salah satu caranya adalah dengan membawa pulang pekerjaan yang ada di Tiongkok lewat pabrik-pabirknya. Ia juga menambahkan bahwa mereka harus membawa kembali pekerjaan dari Jepang dan negara lainnya. Dalam hal ini Trump percaya bahwa ada kegagalan dalam bernegosiasi secara tepat oleh kepemimpinan Amerika dengan perusahaan-perusahaan tersebut. Trump menyatakan bahwa akar masalahnya adalah sumbangan kampanye.

Tapi Trump dengan cepat menyatakan bahwa dirinya tak ada di bawah bayang-bayang sumbangan pihak manapun karena ia mendanai semua kampanyenya sendiri. Karena itu ia tidak akan memiliki hutang apa pun dan pada siapa pun jika akhirnya ia terpilih.

Rencananya, Trump akan membuat proses di luar Amerika menjadi begitu mahal dengan memberlakukan pajak hingga 35% untuk setiap produk yang masuk melalui perbatasan AS dari luar negeri. Menariknya lagi, Trump telah mengaku sebagai pedagang bebas, namun pernyataan tersebut bertentangan dengan apa yang ia yakini bahwa semua produsen asal Amerika harus memproduksi produknya hanya di Amerika saja.